Showing posts with label ramadhan. Show all posts
Showing posts with label ramadhan. Show all posts

Sunday, August 21, 2011

Lailatul Qodar pada Malam Tanggal Genap?

Sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan datang. Saat-saat orang berburu lailatul qodar dengan beriktikaf di masjid-masjid. Kecenderungan di masjid-masjid iktikaf akan lebih ramai pada malam tanggal ganjil (malam 21, 23 dst) daripada malam genap.

Aku jadi ingat pada apa yang diungkapkan oleh ustadz Nidlol di milis Rukyatul Hilal setahun yang lalu. Dia mengatakan bahwa pada intinya penghitungan tanggal ganjil itu sebenarnya dihitung dari belakang berdasarkan hadits riwayat Ibnu Abbas. Pernyataannya ini menimbulkan konsekuensi variasi tanggal lailatul qodar. Apabila Ramadhan kebetulan 29 hari maka jika dihitung dari belakang, malam ganjil akan jatuh pada malam tanggal 21, 23 dst. Namun jika Ramadhan kebetulan 30 hari, maka malam ganjil akan jatuh pada tanggal-tanggal genap. Mengingat tahun 1432 Hijriyah ini kemungkinan akan ada variasi jumlah tanggal hijriyah maka variasi dalam perhitungan lailatul qodar jika dihitung dari belakang ini juga akan terjadi.

Setelah mencari-cari hadits Ibn Abbas tersebut akhirnya ketemu juga sbb:

Friday, September 24, 2010

Setiap Bulan Adalah Ramadhan ?

(judul di atas tidak akan saya dedikasikan sebagai quote yang berdasarkan hadits dari Rasulullah karena hadits yang matannya agak-agak mirip judul di atas memang dhaif menurut pendapat yang paling kuat)
Ramadhan 1431 sudah berlalu. Prestasi tilawahku biasa saja sebenarnya. Gak sampe khatam beberapa kali seperti tahun-tahun lalu. Tapi yang membuat bangga adalah semua tilawahku ramadhan ini dilakukan dalam kondisi suci, dan sikap baca yang serius. Tidak seperti tahun lalu yang tilawah terus di mana saja, mau di kereta, di kantor, di jalan dll.
Alhamdulillah, juga ramadhan ini aku bisa full di rumah terus bareng keluarga karena sudah lulus kuliah dan tidak ada kerjaan yang perlu sampai lembur lagi. Sahur sudah jelas di rumah. Buka puasa ... alhamdulillah cuma pernah dua atau tiga kali menjumpai waktu adzan maghrib di luar pagar rumah. Inilah keuntungan naik kereta komuter. Dari 12 orang satu tim di kantor paling cuma dua atau tiga saja yang bisa buka di rumah. Yang lain..., kena macet semua. Padahal mereka keluar kantornya kadang lebih cepat dari aku.