Lanjutan dari sini
Setelah melewati sungai kecil kita akan menjumpai jalan setapak kecil. Dulu jalan setapak ini dipaving block dengan rapi termasuk beberapa kursi beton di beberapa tempat sebagai bagian dari hutan kota Wales Barat. Tapi sekarang, hutan kotanya saja sudah begitu liar. Paving blocknya sudah nyaris tidak terasa. Jalan setapak sudah rusak di sana sini. Kawasan ini sudah bukan lagi tempat jin buang anak, bahkan sudah menjadi tempat murderer membuang victimnya.
Siang-siang saja daerah sini sudah sunyi sepi tidak terambah, bahkan oleh penggila sepeda gunung off road pun. Apalagi malam-malam. Jadi inget jaman dulu aku – dengan polosnya – pulang jalan kaki malam-malam jam 10-an dari Pusgiwa (dekat stadion) ke Asrama UI di ujung utara kompleks UI ini lewat kawasan hutan kota ini. Alhamdulillah gak ada apa-apa. Bukan masalah serem hantu (kalo hantu sih, Insya Alloh aku dikaruniai Alloh tidak berbakat melihat yang kayak gitu-gitu). Yang lebih berbahaya justru setan berwujud manusia. Denger-denger jaman dulu sudah ada beberapa korban tukang ojek yang dirampas motornya di kawasan situ.
Showing posts with label off road. Show all posts
Showing posts with label off road. Show all posts
Monday, October 11, 2010
Sisi Tersembunyi dari Kampus Universitas Indonesia - 1
Kalau kita membicarakan kampus UI Depok, yang terbayang pertama tentunya sebuah hutan yang ada kampusnya (atau bisa juga sebaliknya sebuah kampus yang ada hutannya). Wilayah yang dikelilingi pagar kuning UI memiliki luas sekitar 300 hektar. Dari luas tersebut hutan mencakup kurang lebih 50%.
Di tengah program perbaikan estetika lingkungan kampus (yang membuat kampus memang terlihat lebih indah daripada 10 tahun lalu) ternyata hutan kota UI menurut saya malah tambah liar (setidaknya dibandingkan 7 tahun lalu waktu saya masih bujangan dan masih sering jalan-jalan di hutan UI). Kalau dulu saya masih sering melihat anak-anak dan orang tuanya atau dua sejoli yang sedang berjalan-jalan di tengah hutan, maka sekarang saya hanya menemukan beberapa orang pemancing dan goweser yang terobsesi dengan lintasan off road.
Di tengah program perbaikan estetika lingkungan kampus (yang membuat kampus memang terlihat lebih indah daripada 10 tahun lalu) ternyata hutan kota UI menurut saya malah tambah liar (setidaknya dibandingkan 7 tahun lalu waktu saya masih bujangan dan masih sering jalan-jalan di hutan UI). Kalau dulu saya masih sering melihat anak-anak dan orang tuanya atau dua sejoli yang sedang berjalan-jalan di tengah hutan, maka sekarang saya hanya menemukan beberapa orang pemancing dan goweser yang terobsesi dengan lintasan off road.
Labels:
gowes,
makara,
off road,
sepeda,
situ puspa,
situ ulin,
ui,
universitas indonesia
Subscribe to:
Posts (Atom)