Showing posts with label kendaraan. Show all posts
Showing posts with label kendaraan. Show all posts

Thursday, December 30, 2010

Tips Naik KRL - Pengenalan Jenis-Jenis KRL 2

Setelah membahas KRL Ekspres AC dan Ekonomi AC kali ini kita membahas KRL Ekonomi Biasa.

KRL yang dioperasikan sebagai KRL Ekonomi non AC (disebut juga KRL Ekonomi biasa) menggunakan 3 jenis KRL: KRL Rheostat, KRL Holec dan KRL Hitachi.
Rheostat dalam warna yang biasa ditemui - oranye

Thursday, December 16, 2010

Tips Naik KRL – Pengenalan Jenis-Jenis KRL 1

Setelah posting sebelumnya mengenai prinsip dasar naik KRL, kali ini saya akan ungkapkan sedikit mengenai jenis-jenis KRL yang beroperasi di Jabodetabek.

Dari segi kelas, ada tiga kelas: ekonomi, ekonomi AC dan Ekspres AC. Sebenarnya ada satu kelas lagi yaitu KRL Lingkar Ciliwung. Tapi kereta ini agak kurang populer. Jadi mungkin gak akan dibahas terlalu dalam.

Kelas jelas menunjukkan pelayanan, dan ini sudah dimaklumi. Namun, terkait dengan tips-tips teknik naik KRL yang juga perlu diperhatikan adalah bentuk fisik gerbong karena secara langsung akan mempengaruhi kita sebagai penumpang.

Untuk KRL ekonomi AC dan Ekspres AC menggunakan rangkaian KRL AC yang diimpor (atau dihibahkan) dari Jepang mulai dari tahun 2000 sampai sekarang, mulai dari jenis Toei seri 6000 sampai yang terakhir Tokyo Metro seri 7000.

Thursday, November 25, 2010

Tips Naik KRL – Prinsip-Prinsip Dasar

 Dimulai dari tulisan ini saya akan mencoba mengungkapkan tips-tips yang diperlukan untuk naik Kereta Komuter atau KRL Jabodetabek. Sumber penulisan ini berasal dari pengalaman Pribadi maupun pengalaman pihak lain dan sumber-sumber lain.

Pertama yang ingin saya ungkapkan di sini adalah 5 T yang menjadi prinsip-prinsip dasar apa yang sebaiknya diketahui dan diterapkan penumpang KRL.

1. Tenang

Syarat paling utama menurut saya adalah harus tetap tenang. Baik kita mau naik KRL Ekspres, KRL Ekonomi AC maupun KRL Ekonomi biasa. Dengan ketenangan banyak yang bisa kita peroleh. Yang paling utama kita peroleh adalah penghematan energi. Daripada banyak gerak dan banyak mengumpat di dalam kereta karena keretanya telat atau berhenti-berhenti, mending kita menghemat tenaga dengan tetap tenang. Daripada hurt someone dengan grusa grusu (terburu nafsu) masuk atau keluar kereta, mending kita masuk atau keluar kereta dengan tenang.

Thursday, November 4, 2010

Pemberontakan Bernama Bike To Work

Jakarta dan sekitarnya telah berkembang menjadi megapolitan. Persis seperti pola perkembangan megapolitan yang saya pelajari di geografi SMA. Daerah pusat bisnis di tengah-tengah, kemudian ada pemukiman kelas atas di dekat pusat (menteng, pondok indah, permata hijau, kelapa gading), kemudian dikelilingi oleh kawasan industri (pulogadung, jalan raya bogor dll), kemudian dikelilingi lagi oleh pemukiman menengah ke bawah (bekasi, depok) yang diselingi juga dengan kawasan industri (jababeka, karawang dll) kemudian ditutup tempat tetirah (bogor, bandung).

Keadaan seperti itu menuntut sistem transportasi umum yang nyaman, ramah dan terintegrasi. Celakanya, sistem itulah yang tidak dimiliki Jakarta dan sekitarnya. Akibatnya semua orang berlomba memakai kendaraan pribadinya masing-masing. Yang kalangan atas menggunakan mobil mewah lengkap dengan sopir dan kadang fore-rider. Yang menengah pakai mobil atau motor. Yang kalangan bawah dengan motornya. Akhirnya ya, macet. (Oleh karena itulah sebenarnya kunci pemecahan macet di Jakarta ya pada angkutan massalnya. Cukup itu saja)

Sunday, October 31, 2010

Belajar Melepaskan Ketergantungan pada Minyak Bumi

Untuk sedikit demi sedikit melepaskan ketergantungan pada minyak bumi, cobalah tips sederhana berikut ini!

1. Parkir kendaraan Anda (di rumah), gunakanlah kendaraan umum atau bersepedalah ke tempat kerja.

2. Pilih produk yang tidak dibungkus plastik atau sterofom.

3. Belilah buah-buahan dan sayuran organik (kebanyakan pupuk dan pestisida berasal dari minyak).

4. Pilih produk buatan lokal (produk buatan lokal akan semakin sedikit membutuhkan transportasi).

Dikutip dari buletin Greenpeace edisi 2-2010

Friday, October 29, 2010

Sedikit Upaya yang Bisa Banyak Menyelamatkan Lingkungan

Hal-hal kecil yang bisa Anda lakukan tetapi berdampak besar untuk menghentikan perubahan iklim.

1. Katakan tidak untuk pembungkus.
Jika ingin mengirim sesuatu melalui (paket) pos, bungkuslah dengan kertas koran bekas. Selain itu kurangilah pembelian (barang fisik secara) online untuk mengurangi penggunaan pembungkus.

2. Semakin besar semakin bagus.
Produk biasanya mempunyai beberapa ukuran isi. Pilihlah produk yang berkemasan paling besar demi lingkungan. Karena memilih ukuran yang paling besar bisa mengurangi penggunaan kemasan. Selain itu pilihlah produk yang mempunyai bahan baku ramah lingkungan.