Lagi bongkar-bongkar inbox email lama, nemu email yang kayaknya bermanfaat buat (salafiyin) awam seperti saya yang gak bisa banyak memahami dan membahas dalil. Email yang ditulis oleh akh Abu Umair ini aslinya adalah diskusi lanjutan dari email akh Andy Abu Thalib yang sebelumnya telah saya posting juga di blog ini. Sebenarnya ada beberapa “tokoh” juga yang menyumbangkan pendapat di diskusi ini, ada Abu Ishaq, Abul Jauzaa, Abu Faris. Tapi untuk saat ini yang menarik untuk ditayangkan baru dua.
Saya menambahkan beberapa komentar. Tambahan dari saya dibedakan warnanya.
------------- mulai kutipan ---------------
bagi yang merasa awam ditengah ikhtilaf dan silang pendapat yang dia merasa bingung atau kesusahan dalam meneliti dalil dan mentarjehnya, dst.
Showing posts with label manhaj. Show all posts
Showing posts with label manhaj. Show all posts
Tuesday, June 21, 2011
Sunday, February 13, 2011
Konsep Salafiyah dalam Pemahaman Islam dan Penerapannya pada Umat
Tulisan ini aslinya adalah buah pemikiran akh Andy Abu Thalib dalam sebuah diskusi di milis salafy ITB. Saya mempostingkannya dalam blog saya ini karena pentingnya tema ini, baik untuk oran-orang yg menisbatkan diri kepada manhaj salaf, maupun orang-orang yang belum memahami mengenai permasalahan penisbatan kepada manhaj salaf ini.
Karena bentuk aslinya adalah diskusi dalam milis, maka saya akan membuat penyesuaian di beberapa tempat agar tulisan ini bisa dibaca sebagai tulisan yang independen tidak terkait dengan konteks diskusi milis. Tulisan asli dan tulisan tambahan saya dibedakan dengan warna. Selain itu, saya melakukan koreksi sedikit terkait redaksional jika memang penulis aslinya melakukan kesalahan redaksional.
-------- awal tulisan --------------
Apabila kita yang telah lama belajar salafiyah (manhaj salaf) ditanya apa itu salafiyah, maka saya yakin, sebagian besar dari kita atau mungkin seluruhnya akan dengan cepat menjawab: "metode memahami nash sesuai dengan ... dstnya " yang insya'Allah sudah manteb tertanam di benak kita. Tetapi, berbicara lebih dalam lagi selangkah, salaf(y) yang didefinisikan sebagai sebuah "metode dalam memahami" ini berarti tidak menunjukkan bentuk riil. Maksudnya tidak riil adalah tidak seperti IM, HT dan lain sebagainya yang lebih "riil" dalam bentuk sistem "ajaran" (mereka punya metode sendiri, punya fikih sendiri, punya...sendiri bahkan punya sistematika kekhilafan sendiri). Salafiyah adalah sebuah metode yang berarti ia adalah sebuah frame dalam melihat nash untuk kemudian memunculkan pemahaman atas nash itu sendiri yang kemudian kita pakai untuk memahami masalah-masalah kita sekarang. Tidak lain ini karena kita pandang pasti bahwa salafiyah adalah metode penyelesaian permasalahan kaum muslimin.
Tuesday, January 18, 2011
Lemah Lembut dalam Dakwah
Syaikh Muhammad bin ‘Abdul ‘Aziz al-Khudair, dalam ceramah beliau yang berjudul Manhajud Da’wah fi Ausathil Muslimina alladzina yumarisunal Bida’ mengisahkan :
“Sekarang saya akan menceritakan kisah lain kepada kalian yang pernah terjadi bersama Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz. Ini adalah kisah yang sungguh mengagumkan. Ketika Universitas Islam di Madinah baru saja dibuka oleh Syaikh bin Baz rahimahullahu, tentunya beliau membutuhkan banyak ulama dari penjuru dunia Islam. Sedangkan metode Syaikh bin Baz adalah beliau melakukan pendekatan kepada seluruh kelompok tanpa membedakannya. Siapa saja yang masuk ke rumah syaikh, bermulazamah kepada beliau, pasti tahu bahwa inilah manhaj Syaikh Abdul Aziz bin Baz.
Namun beliau tidak pernah berkata suatu yang batil atau bahkan mengajak kepada kebatilan. Beliau juga tidak pernah mengingkari pelaku kebatilan dengan cara keras. Sebaliknya, beliau bersikap ramah, bergurau, mengunjungi mereka, tersenyum, memberikan hadiah dan memberikan bantuan kepada mereka atas setiap hal yang mendatangkan manfaat bagi Islam dan kaum muslimin.
“Sekarang saya akan menceritakan kisah lain kepada kalian yang pernah terjadi bersama Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz. Ini adalah kisah yang sungguh mengagumkan. Ketika Universitas Islam di Madinah baru saja dibuka oleh Syaikh bin Baz rahimahullahu, tentunya beliau membutuhkan banyak ulama dari penjuru dunia Islam. Sedangkan metode Syaikh bin Baz adalah beliau melakukan pendekatan kepada seluruh kelompok tanpa membedakannya. Siapa saja yang masuk ke rumah syaikh, bermulazamah kepada beliau, pasti tahu bahwa inilah manhaj Syaikh Abdul Aziz bin Baz.
Namun beliau tidak pernah berkata suatu yang batil atau bahkan mengajak kepada kebatilan. Beliau juga tidak pernah mengingkari pelaku kebatilan dengan cara keras. Sebaliknya, beliau bersikap ramah, bergurau, mengunjungi mereka, tersenyum, memberikan hadiah dan memberikan bantuan kepada mereka atas setiap hal yang mendatangkan manfaat bagi Islam dan kaum muslimin.
Monday, December 20, 2010
Penuntut Ilmu Istimewa
Hari sabtu kemarin aku ikut kajian Ustad Yazid di Masjid UI Depok. Seperti biasa, pengajian berlangsung luar biasa. Setiap kali ikut kajian aku seolah bisa merasa segar kembali. Segar dalam segala hal, jasmani dan rohani.
Tapi ternyata ada hal yang lebih luar biasa lagi yang aku saksikan saat itu.
Pada waktu pengajian aku, seperti peserta pengajian lain, hanya memperhatikan layar lcd besar di mihrab. Aku tidak sempat memperhatikan siapa saja peserta pengajian saat itu. Baru setelah selesai sholat dzuhur dan jamaah mulai bergerak ke luar masjid aku sedikit banyak memperhatikan orang-orang yang lalu lalang. Kutemukan beberapa temanku di sana.
Namun ada satu wajah yang sangat menarik perhatianku. Dia adalah salah seorang pejabat tinggi di negeri ini. Lebih tepatnya pimpinan di salah satu lembaga penegakan hukum. Sengaja tidak kuungkapkan namanya di blog ini soalnya aku nggak tahu gimana prosedur pengamanan untuk “salah satu musuh koruptor nomor satu di Indonesia”. Paling clue yang bisa saya berikan adalah bahwa dia pimpinan salah satu lembaga penegakan hukum di Indonesia. Lembaganya apa, bisa KPK, PPATK, Polri, Kejaksaan, Satgas mafia hukum atau yang lain.
Tapi ternyata ada hal yang lebih luar biasa lagi yang aku saksikan saat itu.
Pada waktu pengajian aku, seperti peserta pengajian lain, hanya memperhatikan layar lcd besar di mihrab. Aku tidak sempat memperhatikan siapa saja peserta pengajian saat itu. Baru setelah selesai sholat dzuhur dan jamaah mulai bergerak ke luar masjid aku sedikit banyak memperhatikan orang-orang yang lalu lalang. Kutemukan beberapa temanku di sana.
Namun ada satu wajah yang sangat menarik perhatianku. Dia adalah salah seorang pejabat tinggi di negeri ini. Lebih tepatnya pimpinan di salah satu lembaga penegakan hukum. Sengaja tidak kuungkapkan namanya di blog ini soalnya aku nggak tahu gimana prosedur pengamanan untuk “salah satu musuh koruptor nomor satu di Indonesia”. Paling clue yang bisa saya berikan adalah bahwa dia pimpinan salah satu lembaga penegakan hukum di Indonesia. Lembaganya apa, bisa KPK, PPATK, Polri, Kejaksaan, Satgas mafia hukum atau yang lain.
Wednesday, December 15, 2010
Salafiy yang Membebaskan
Sebagian orang menganggap orang-orang salafiy sebagai orang yang eksklusif, menganggap diri paling benar, suka mentahdzir, suka membid'ahkan, suka menghajr (memboikot), menganggap sesat, membantah, mencela, keras, kasar, tak pernah senyum, suka berdebat, berpikiran sempit dan sebagainya.
Saya tidak tahu dari mana orang-orang bisa menyimpulkan seperti itu. Bertahun-tahun saya mencoba belajar manhaj salaf pada orang-orang yang (katanya) dianggap salafi. Kok, saya tidak menemukan seperti itu, ya?
Semakin lama saya mempelajari manhaj salaf, saya justru semakin merasa damai. Pandangan saya mengenai Islam jadi bertambah luas, tidak sempit dan picik. Saya pun diajari untuk bergaul dengan manusia secara baik dan ramah sesuai takarannya, kepada tetangga, kepada rekan-rekan kerja dan lain-lain. Tidak pernah ada pembatasan pergaulan.
Saya tidak tahu dari mana orang-orang bisa menyimpulkan seperti itu. Bertahun-tahun saya mencoba belajar manhaj salaf pada orang-orang yang (katanya) dianggap salafi. Kok, saya tidak menemukan seperti itu, ya?
Semakin lama saya mempelajari manhaj salaf, saya justru semakin merasa damai. Pandangan saya mengenai Islam jadi bertambah luas, tidak sempit dan picik. Saya pun diajari untuk bergaul dengan manusia secara baik dan ramah sesuai takarannya, kepada tetangga, kepada rekan-rekan kerja dan lain-lain. Tidak pernah ada pembatasan pergaulan.
Subscribe to:
Posts (Atom)