Showing posts with label transportasi. Show all posts
Showing posts with label transportasi. Show all posts

Thursday, November 4, 2010

Pemberontakan Bernama Bike To Work

Jakarta dan sekitarnya telah berkembang menjadi megapolitan. Persis seperti pola perkembangan megapolitan yang saya pelajari di geografi SMA. Daerah pusat bisnis di tengah-tengah, kemudian ada pemukiman kelas atas di dekat pusat (menteng, pondok indah, permata hijau, kelapa gading), kemudian dikelilingi oleh kawasan industri (pulogadung, jalan raya bogor dll), kemudian dikelilingi lagi oleh pemukiman menengah ke bawah (bekasi, depok) yang diselingi juga dengan kawasan industri (jababeka, karawang dll) kemudian ditutup tempat tetirah (bogor, bandung).

Keadaan seperti itu menuntut sistem transportasi umum yang nyaman, ramah dan terintegrasi. Celakanya, sistem itulah yang tidak dimiliki Jakarta dan sekitarnya. Akibatnya semua orang berlomba memakai kendaraan pribadinya masing-masing. Yang kalangan atas menggunakan mobil mewah lengkap dengan sopir dan kadang fore-rider. Yang menengah pakai mobil atau motor. Yang kalangan bawah dengan motornya. Akhirnya ya, macet. (Oleh karena itulah sebenarnya kunci pemecahan macet di Jakarta ya pada angkutan massalnya. Cukup itu saja)

Sunday, October 31, 2010

Belajar Melepaskan Ketergantungan pada Minyak Bumi

Untuk sedikit demi sedikit melepaskan ketergantungan pada minyak bumi, cobalah tips sederhana berikut ini!

1. Parkir kendaraan Anda (di rumah), gunakanlah kendaraan umum atau bersepedalah ke tempat kerja.

2. Pilih produk yang tidak dibungkus plastik atau sterofom.

3. Belilah buah-buahan dan sayuran organik (kebanyakan pupuk dan pestisida berasal dari minyak).

4. Pilih produk buatan lokal (produk buatan lokal akan semakin sedikit membutuhkan transportasi).

Dikutip dari buletin Greenpeace edisi 2-2010

Friday, October 29, 2010

Sedikit Upaya yang Bisa Banyak Menyelamatkan Lingkungan

Hal-hal kecil yang bisa Anda lakukan tetapi berdampak besar untuk menghentikan perubahan iklim.

1. Katakan tidak untuk pembungkus.
Jika ingin mengirim sesuatu melalui (paket) pos, bungkuslah dengan kertas koran bekas. Selain itu kurangilah pembelian (barang fisik secara) online untuk mengurangi penggunaan pembungkus.

2. Semakin besar semakin bagus.
Produk biasanya mempunyai beberapa ukuran isi. Pilihlah produk yang berkemasan paling besar demi lingkungan. Karena memilih ukuran yang paling besar bisa mengurangi penggunaan kemasan. Selain itu pilihlah produk yang mempunyai bahan baku ramah lingkungan.