Saya menerima forward-an tulisan yang kalau melihat tulisan di bawahnya sepertinya ditulis oleh seseorang bernama Adi Victoria. Tulisan itu saya anggap meresahkan karena membid'ahkan orang yang beridul adha tanggal 17 November. Dari gaya penulisannya bisa ditebak dari kelompok mana dia berasal. Sebenarnya saya malas menanggapi, tapi karena adanya permintaan dari beberapa teman akhirnya saya buatkan komentar atas tulisan tersebut.
Adi Victoria berkata:
Para ulama mujtahidin telah berbeda pendapat dalam hal mengamalkan satu ru’yat yang sama untuk Idul Fitri. Madzhab Syafi’i menganut ru’yat lokal, yaitu mereka mengamalkan ru’yat masing-masing negeri. Sementara madzhab Hanafi, Maliki, dan Hanbali menganut ru’yat global, yakni mengamalkan ru’yat yang sama untuk seluruh kaum Muslim. Artinya, jika ru’yat telah terjadi di suatu bagian bumi, maka ru’yat itu berlaku untuk seluruh kaum Muslim sedunia, meskipun mereka sendiri tidak dapat meru’yat.
Namun, khilafiyah semacam itu tidak ada dalam penentuan Idul Adha. Sesungguhnya ulama seluruh madzhab (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali) telah sepakat mengamalkan ru’yat yang sama untuk Idul Adha. Ru’yat yang dimaksud, adalah ru’yatul hilal (pengamatan bulan sabit) untuk menetapkan awal bulan Dzulhijjah, yang dilakukan oleh penduduk Makkah. Ru’yat ini berlaku untuk seluruh dunia.
Komentar:
Showing posts with label idul adha. Show all posts
Showing posts with label idul adha. Show all posts
Thursday, November 18, 2010
Tuesday, November 16, 2010
Kesalahan Pendapat Idul Adha di Indonesia 16 November
Secara eksplisit saya sebutkan bahwa trigger penulisan posting ini berasal dari tulisan salah satu saudara saya Abul Jauza di blognya (linknya ini). Dalam tulisannya, ustadz Abul Jauzaa mengeluarkan segenap jurus-jurus tenaga dalamnya yang kesimpulannya puasa Arofah di Indonesia dilaksanakan pada hari senin tanggal 15 November dan Idul Adha di Indonesia (seharusnya) dilaksanakan hari selasa tanggal 16 November.
Pembahasan serupa dibahas di blog salafyitb, blog ustadzaris dan blog rumaysho.com. Berbeda dengan blog Abul Jauzaa, blog-blog yang saya sebutkan terakhir ini umumnya mengutip pendapat Syaikh Muhammad bin Sholih al Utsaimin yang berpendapat bahwa Idul Adha (dan puasa Arofah) mengikuti terlihatnya hilal di negeri masing-masing.
Perbedaan pendapat mengenai hal ini memang lumayan “seru” di kalangan penuntut ilmu. Apalagi karena ulama-ulama terdahulu umumnya jarang membahas mengenai waktu puasa Arofah dan Idul Adha ini. Pembahasan-pembahasan yang ada di kitab-kitab mereka umumnya hanya mengenai perbedaan hilal Ramadhan dan Syawwal.
Pembahasan serupa dibahas di blog salafyitb, blog ustadzaris dan blog rumaysho.com. Berbeda dengan blog Abul Jauzaa, blog-blog yang saya sebutkan terakhir ini umumnya mengutip pendapat Syaikh Muhammad bin Sholih al Utsaimin yang berpendapat bahwa Idul Adha (dan puasa Arofah) mengikuti terlihatnya hilal di negeri masing-masing.
Perbedaan pendapat mengenai hal ini memang lumayan “seru” di kalangan penuntut ilmu. Apalagi karena ulama-ulama terdahulu umumnya jarang membahas mengenai waktu puasa Arofah dan Idul Adha ini. Pembahasan-pembahasan yang ada di kitab-kitab mereka umumnya hanya mengenai perbedaan hilal Ramadhan dan Syawwal.
Subscribe to:
Posts (Atom)