Saya menerima forward-an tulisan yang kalau melihat tulisan di bawahnya sepertinya ditulis oleh seseorang bernama Adi Victoria. Tulisan itu saya anggap meresahkan karena membid'ahkan orang yang beridul adha tanggal 17 November. Dari gaya penulisannya bisa ditebak dari kelompok mana dia berasal. Sebenarnya saya malas menanggapi, tapi karena adanya permintaan dari beberapa teman akhirnya saya buatkan komentar atas tulisan tersebut.
Adi Victoria berkata:
Para ulama mujtahidin telah berbeda pendapat dalam hal mengamalkan satu ru’yat yang sama untuk Idul Fitri. Madzhab Syafi’i menganut ru’yat lokal, yaitu mereka mengamalkan ru’yat masing-masing negeri. Sementara madzhab Hanafi, Maliki, dan Hanbali menganut ru’yat global, yakni mengamalkan ru’yat yang sama untuk seluruh kaum Muslim. Artinya, jika ru’yat telah terjadi di suatu bagian bumi, maka ru’yat itu berlaku untuk seluruh kaum Muslim sedunia, meskipun mereka sendiri tidak dapat meru’yat.
Namun, khilafiyah semacam itu tidak ada dalam penentuan Idul Adha. Sesungguhnya ulama seluruh madzhab (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali) telah sepakat mengamalkan ru’yat yang sama untuk Idul Adha. Ru’yat yang dimaksud, adalah ru’yatul hilal (pengamatan bulan sabit) untuk menetapkan awal bulan Dzulhijjah, yang dilakukan oleh penduduk Makkah. Ru’yat ini berlaku untuk seluruh dunia.
Komentar:
Showing posts with label puasa. Show all posts
Showing posts with label puasa. Show all posts
Thursday, November 18, 2010
Friday, September 24, 2010
Setiap Bulan Adalah Ramadhan ?
(judul di atas tidak akan saya dedikasikan sebagai quote yang berdasarkan hadits dari Rasulullah karena hadits yang matannya agak-agak mirip judul di atas memang dhaif menurut pendapat yang paling kuat)
Ramadhan 1431 sudah berlalu. Prestasi tilawahku biasa saja sebenarnya. Gak sampe khatam beberapa kali seperti tahun-tahun lalu. Tapi yang membuat bangga adalah semua tilawahku ramadhan ini dilakukan dalam kondisi suci, dan sikap baca yang serius. Tidak seperti tahun lalu yang tilawah terus di mana saja, mau di kereta, di kantor, di jalan dll.
Alhamdulillah, juga ramadhan ini aku bisa full di rumah terus bareng keluarga karena sudah lulus kuliah dan tidak ada kerjaan yang perlu sampai lembur lagi. Sahur sudah jelas di rumah. Buka puasa ... alhamdulillah cuma pernah dua atau tiga kali menjumpai waktu adzan maghrib di luar pagar rumah. Inilah keuntungan naik kereta komuter. Dari 12 orang satu tim di kantor paling cuma dua atau tiga saja yang bisa buka di rumah. Yang lain..., kena macet semua. Padahal mereka keluar kantornya kadang lebih cepat dari aku.
Ramadhan 1431 sudah berlalu. Prestasi tilawahku biasa saja sebenarnya. Gak sampe khatam beberapa kali seperti tahun-tahun lalu. Tapi yang membuat bangga adalah semua tilawahku ramadhan ini dilakukan dalam kondisi suci, dan sikap baca yang serius. Tidak seperti tahun lalu yang tilawah terus di mana saja, mau di kereta, di kantor, di jalan dll.
Alhamdulillah, juga ramadhan ini aku bisa full di rumah terus bareng keluarga karena sudah lulus kuliah dan tidak ada kerjaan yang perlu sampai lembur lagi. Sahur sudah jelas di rumah. Buka puasa ... alhamdulillah cuma pernah dua atau tiga kali menjumpai waktu adzan maghrib di luar pagar rumah. Inilah keuntungan naik kereta komuter. Dari 12 orang satu tim di kantor paling cuma dua atau tiga saja yang bisa buka di rumah. Yang lain..., kena macet semua. Padahal mereka keluar kantornya kadang lebih cepat dari aku.
Subscribe to:
Posts (Atom)