Lanjutan dari sini
Setelah melewati sungai kecil kita akan menjumpai jalan setapak kecil. Dulu jalan setapak ini dipaving block dengan rapi termasuk beberapa kursi beton di beberapa tempat sebagai bagian dari hutan kota Wales Barat. Tapi sekarang, hutan kotanya saja sudah begitu liar. Paving blocknya sudah nyaris tidak terasa. Jalan setapak sudah rusak di sana sini. Kawasan ini sudah bukan lagi tempat jin buang anak, bahkan sudah menjadi tempat murderer membuang victimnya.
Siang-siang saja daerah sini sudah sunyi sepi tidak terambah, bahkan oleh penggila sepeda gunung off road pun. Apalagi malam-malam. Jadi inget jaman dulu aku – dengan polosnya – pulang jalan kaki malam-malam jam 10-an dari Pusgiwa (dekat stadion) ke Asrama UI di ujung utara kompleks UI ini lewat kawasan hutan kota ini. Alhamdulillah gak ada apa-apa. Bukan masalah serem hantu (kalo hantu sih, Insya Alloh aku dikaruniai Alloh tidak berbakat melihat yang kayak gitu-gitu). Yang lebih berbahaya justru setan berwujud manusia. Denger-denger jaman dulu sudah ada beberapa korban tukang ojek yang dirampas motornya di kawasan situ.