[Sambungan dari tulisan sebelumnya…]
Setelah Nabi Sulaiman alaihissalam wafat, kerajaan yang ditinggalkannya pecah menjadi dua, kerajaan Israel dan kerajaan Yehuda. Selesailah sudah masa kejayaan Bani Israil. Perpecahan ini diikuti juga dengan pertentangan-pertentangan di dalam internal masing-masing kerajaan. Maksiat pun merajalela kembali. Syirik menjadi mainan harian mereka.
Al Qur’an mencatat salah satu dewa atau berhala mereka pada saat itu bernama Ba’al (123-127):
Dan sesungguhnya Ilyas benar-benar termasuk salah seorang rasul-rasul.
(Ingatlah) ketika ia berkata kepada kaumnya: "Mengapa kamu tidak bertakwa?
Patutkah kamu menyembah Ba'al dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta,
(yaitu) Allah Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu?"
Maka mereka mendustakannya, karena itu mereka akan diseret (ke neraka),