Akhir 2010 kemarin sampai awal 2011 ini cuaca buruk (kembali) menerjang sebagian belahan dunia. Kejadian paling banyak diliput adalah salju tebal yang melanda Eropa dan banyak mengakibatkan pembatalan penerbangan dan musibah-musibah lain. Di sebagian Amerika Serikat juga badai salju tebal kembali menerjang. Walaupun tidak separah awal tahun 2010, tapi tetap bisa dianggap buruk. India utara mengalami cuaca buruk yang membekukan sampai menimbulkan korban jiwa. Lima provinsi di Cina diterjang cuaca dingin dan hujan es yang menghancurkan panen petani. Curah hujan yang tinggi, cuaca dingin dan bahkan hujan salju melanda sejumlah negara bagian di Australia yang seharusnya mengalami musim panas. Banjir besar melanda Srilanka. Banjir dan tanah longsor menimpa Brasil. Di Indonesia, cuaca buruk berpengaruh pada harga cabe yang merupakan makanan "pokok" (hehehe) sebagian rakyat Indonesia.
Semua kejadian di akhir 2010 dan awal 2011 ini mengingatkan kita pada kejadian di tahun sebelumnya dimana cuaca buruk yang cenderung dingin menerjang di mana-mana. Ini membuat kita bertanya-tanya, sebenarnya sekarang kita sedang mengalami pemanasan global seperti yang sebelumnya ramai digembar-gemborkan atau justru global cooling?
Saya jadi teringat tulisan pak Ma'rufin di Suara Merdeka tahun lalu. Untuk membahas masalah ini kita memang perlu penjelasan ahli dan saya kira penjelasan pak Ma'rufin itu cukup baik. Oleh karena itu, saya kutip kembali penjelasan beliau itu. (konteks pembahasan beliau waktu itu adalah cuaca buruk di awal 2010)
Showing posts with label badai matahari. Show all posts
Showing posts with label badai matahari. Show all posts
Tuesday, January 11, 2011
Friday, September 24, 2010
Membantah Kiamat 2012
Posting ini adalah tulisan dari Pak Ma'rufin dalam FB-nya yang kemudian dikirimkan juga ke beberapa milis astronomi dan rukyat.
Islam merupakan agama yang senantiasa mendorong penganutnya untuk mempelajari ilmu dan aplikasinya pada teknologi dengan gairah yang menyala–nyala, bahkan setengahnya diwajibkan. Kita mengenal hadits Nabi SAW yang cukup populer, yang artinya “…mencari ilmu itu wajib hukumnya bagi kaum muslimin dan muslimah.” Ataupun hadits yang lain, yang artinya. “….tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina.” Meskipun hadits terakhir ini dianggap dhaif, namun esensinya (yakni menuntut) ilmu tidaklah kemudian lenyap begitu saja.
Islam menggarisbawahi bahwa ayat–ayat suci yang menjadi kalimah Allah SWT tidak hanya yang tertuang dan tercetak dalam kita suci saja, atau ayat–ayat yang tersurat (qauliyah). Namun juga sangat banyak ayat yang tersirat, yang terpampang di hadapan kita di alam semesta (ayat kauniyah). Berbeda dengan ayat qauliyah, ayat kauniyah ini harus ditelusuri lebih dahulu secara mendetil, kadang lewat jalan yang berliku, sebelum bisa menerjemahkan dan menafsirkan apa maksudnya dan apa pesannya bagi Umat Islam, umat terbaik yang pernah ada di Bumi.
Islam merupakan agama yang senantiasa mendorong penganutnya untuk mempelajari ilmu dan aplikasinya pada teknologi dengan gairah yang menyala–nyala, bahkan setengahnya diwajibkan. Kita mengenal hadits Nabi SAW yang cukup populer, yang artinya “…mencari ilmu itu wajib hukumnya bagi kaum muslimin dan muslimah.” Ataupun hadits yang lain, yang artinya. “….tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina.” Meskipun hadits terakhir ini dianggap dhaif, namun esensinya (yakni menuntut) ilmu tidaklah kemudian lenyap begitu saja.
Islam menggarisbawahi bahwa ayat–ayat suci yang menjadi kalimah Allah SWT tidak hanya yang tertuang dan tercetak dalam kita suci saja, atau ayat–ayat yang tersurat (qauliyah). Namun juga sangat banyak ayat yang tersirat, yang terpampang di hadapan kita di alam semesta (ayat kauniyah). Berbeda dengan ayat qauliyah, ayat kauniyah ini harus ditelusuri lebih dahulu secara mendetil, kadang lewat jalan yang berliku, sebelum bisa menerjemahkan dan menafsirkan apa maksudnya dan apa pesannya bagi Umat Islam, umat terbaik yang pernah ada di Bumi.
Subscribe to:
Posts (Atom)