Saya bukan Al Arqam. Saya pun (saat ini) sadar sepenuhnya atas apa yang dikatakan sebagai kesesatan Al Arqam sebagaimana banyak disebutkan dalam sumber-sumber lain di internet. Saya membicarakan Al Arqam di sini bukan dalam rangka tazkiyah, ta’dil atau muwazanah. Saya hanya menceritakan dalam konteks sejarah diri saya saja.
Saya mengenal Al Arqam pertama kali pada waktu SMP (kelas 1 atau 2) lewat majalah. Waktu itu saya sedang liburan di rumah mbah. Kebetulan di sana ada satu majalah (majalah umum, bukan majalah Islam) yang membahas kiprah gerakan keIslaman yang disebut Al Arqam di Malaysia dan Singapura. Disebutkan bahwa mereka sangat bersemangat dalam mengamalkan Islam (versi mereka tentunya). Mereka berkeliling dunia untuk berdakwah. Mereka sangat giat meng-Islamkan orang-orang yang belum Muslim. Disebutkan bahwa markas mereka di Singapura menjadi tempat yang paling banyak menerima permohonan masuk Islam di seluruh dunia.