Sesuai Al Qur’an Surat Al Anbiya: 107, Islam yang dibawah Rasulullah adalah rahmat bagi semesta alam. “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” Sebagian oknum liberalis mengartikan bahwa rahmat bagi seluruh alam ini berarti bahwa orang-orang Islam harus bersikap lemah lembut, bermanis muka, berkasih sayang terhadap semua orang tanpa kecuali, termasuk kepada orang-orang kafir, ahli bid’ah dan semua musuh agama. Bahkan lebih jauh rahmat terhadap seluruh alam itu diarahkan artinya sebagai sikap toleransi (baca: lembek) terhadap setiap kemungkaran, kekafiran dan kesyirikan yang terjadi di sekitar kita.
Apakah benar jika rahmat diartikan hanya dengan sikap lemah lembut dan lembek seperti itu.