Untuk menjawab pertanyaan itu saya menanyakan ke google keyword tool dengan keyword "merapi". Di antara keyword-keyword yang muncul saya saring keyword tertentu saja yang mengandung nama kota atau wilayah di dalamnya, sebagai berikut:
Keyword | Global Monthly Searches | Local Monthly Searches |
merapi yogyakarta | 880 | 720 |
gunung merapi jogja | 590 | 480 |
gunung merapi yogya | 590 | 480 |
gunung merapi yogyakarta | 480 | 390 |
merapi jogja | 320 | 260 |
koran merapi jogja | 91 | 91 |
kaliurang merapi | 110 | 91 |
merapi view yogyakarta | 58 | 58 |
hotel merapi yogyakarta | 73 | 46 |
merapi golf yogyakarta | 46 | 46 |
merapi hotel yogyakarta | 58 | 36 |
gunung merapi magelang | 36 | 36 |
Ternyata sebagian besar pencarian di internet mengasosiasikan merapi dengan Yogyakarta.
Mungkin hal ini terjadi karena (provinsi DI) Yogyakarta memang berhasil mengolah Merapi sebagai produk yang diekspos ke publik dalam bentuk misalnya tempat wisata (kaliurang dll), hotel, golf. Sementara provinsi Jawa Tengah hanya mengeksploitasi Merapi secara setengah hati dan kalau ada yang terkenal pun paling hanya tambang pasirnya saja.
Selain itu kraton Yogya juga sering dibilang memiliki hubungan khusus dengan merapi sehingga perlu mengirim juru kuncinya (keberadaan juru kunci Maridjan itu juga berhasil meningkatkan publisitas merapi sebagai trademark Jogja). Semua hal tersebut membuat merapi dalam pandangan publik seolah-olah menjadi milik Yogyakarta.
Yang ditakutkan kemudian adalah pandangan tersebut secara tidak sadar merasuk juga ke benak kita semua pada saat terjadi bencana di Merapi. Akibatnya secara tidak sadar bantuan (terutama bantuan dari pribadi-pribadi) akhirnya lebih banyak tersalur ke wilayah Yogyakarta (Sleman).
(Barangkali bisa dibuat survey juga mengenai tempat pengungsian apa yang paling populer. Saya bisa menebak bahwa hasilnya adalah "Maguwoharjo" di Sleman Yogyakarta. Lihat saja di televisi-televisi, lokasi mana yang paling seksi untuk dijadikan latar belakang reporter melaporkan mengenai pengungsi Merapi.)
Padahal jika kita melihat di peta. Dari keseluruhan zona berbahaya Merapi paling hanya 30% yang ada di wilayah Yogyakarta. Sisanya ada di wilayah Jawa Tengah, yaitu di Kabupaten Magelang, Boyolali dan Klaten. Silakan di lihat di gambar bawah ini.
![]() |
Garis putih agak merah jambu adalah batas DIY dan Jateng. Bisa dilihat bahwa sebagian besar zona berbahaya ada di wilayah Jawa Tengah. |
Oleh karena itu, saya sangat mendukung keputusan pemimpin kita SBY yang menyerahkan penanganan bencana ini pada BNPB. Dengan penanganan yang terpusat maka penangangan pengungsi juga diharapkan bisa lebih obyektif berdasarkan data empiris kebutuhan masing-masing wilayah pengungsian. Jika penanganan bencana ini masih dilaksanakan secara sporadis oleh masing-masing wilayah dan bahkan oleh masing-masing pribadi masyarakat maka keadilan akan relatif lebih sulit tercapai.
Dan kepada Alloh-lah, akhirnya kita memohon pertolongan yang sejati.
No comments:
Post a Comment