Thursday, July 7, 2011

Peristiwa Tentara Bergajah adalah Tumbukan Meteor?

Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia-sia? dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat). (QS Al Fiil 1-5)

Kisah di atas adalah kisah pasukan bergajah yang dipimpin oleh Abrahah Gubernur Yaman yang hendak menghancurkan Ka'bah. sebelum masuk ke kota Mekah tentara tersebut diserang burung-burung yang melemparinya dengan batu-batu kecil sehingga mereka musnah.

Di satu sisi, kisah itu adalah mukjizat yang terkadang sulit ditafsirkan kronologinya dengan nalar manusia. Namun, bagi sebagian yang lain mungkin tergoda untuk mencari penjelasan rasional atas fenomena yang terjadi saat itu. Berikut saya sampaikan penjelasan dari Pak Ma’rufin mengenai penyebab yang mungkin dari kejadian pasukan bergajah itu.



Ada dua kemungkinan penyebabnya : letusan gunung berapi atau tumbukan meteor. Tetapi letusan gunung berapi bisa dikesampingkan, mengingat meskipun Wadi Muhassir (tempat peristiwa ababil itu terjadi) berada di dekat zona kelurusan vulkanik Makkah-Madinah- Nufud yang menjadi tempat berdirinya lapangan vulkanik terbesar di Arabia, yakni Harrah Rahat, namun karakter letusan al-harrah ini tidaklah eksplosif seperti gunung-gunung api di Indonesia. Jadi peluangnya menyemburkan lapili (batu-batu api) dan bom vulkanis ke jarak jauh adalah kecil. Harrah Rahat itu tipe letusannya efusif (meleleh seperti gunung-gunung di Hawaii, tidak eksplosif seperti gunung Merapi misalnya).

Kemungkinan yang tersisa tinggallah tumbukan meteor. Skenario tumbukan yang terjadi, dalam pendapat Pak Ma’rufin, adalah kombinasi antara peristiwa Tunguska 1908, Sikhote-Alin 1947 dan Tagish Lake 2000.

Secara garis besar saja, peristiwa ababil kemungkinan besar disebabkan oleh jatuhnya asteroid/meteoroid Besi (diameter 10 m) yang dihentakkan keluar dari orbitnya semula oleh gravitasi Jupiter ketika melewati Kirkwood gap di Main Belt Asteroids. Ia jatuh ke Bumi dengan kecepatan 17,5 km/detik, dari azimuth 315º dan ketinggian 20º bila dilihat dari Wadi Muhassir. Asteroid ini berubah menjadi bolide yang sama terangnya dengan Bulan purnama, untuk kemudian terpecah belah di ketinggian 12-an km dan terfragmentasi secara serempak di ketinggian 8-an km sehingga melepaskan energi kinetiknya sebagai ledakan berkekuatan 'hanya' 0,06 kiloton TNT. Ledakan ini kecil (hanya setara 60 kg dinamit saja), sehingga tidak memproduksi radiasi panas ataupun gelombang kejut yang berdampak serius terhadap ground zero dibawahnya, ataupun terhadap Makkah.

Fragmentasi serempak ini memproduksi butiran-butiran kerikil, sedikitnya 3 juta butir, yang kemudian jatuh menghantam wadi Muhassir pada area seluas 1,4 km persegi berbentuk ellips. Dengan asumsi hanya 80 % anggota pasukan yang terkena kerikil (dari jumlah keseluruhan 60.000 orang), maka tiap orang (rata-rata) dihantam 62 butir kerikil berdiameter 2,5 cm yang melesat secepat 300 m/detik. Padahal 1 kerikil yang secepat peluru itu saja sudah mematikan.

Kalau terkena 1 batu saja sudah mematikan apalagi kalau terkena 62 butir batu api. Maka jadilah pasukan itu seperti sisa tanaman yang dimakan oleh binatang, kemudian dilempar ke tanah dan diinjak-injak (Tafsir al-Yasir, karya Yusuf bin Muhammad al-‘Uwaid). Jadi kayak daun dimakan ulat terus jatuh, terus diinjak-injak orang. Sangat menyedihkan…

3 comments:

Tuan_Li said...

Maha Kuasa Alloh, kira-kira pertolongan Alloh secara langsung begitu bisa terjadikah di masa kini ? takala umat muslim di sakiti oleh musuh2 nya (spt:palestina><Israel) ?

Anonymous said...

Ada gan misal Tsunami....

iwan sorek said...

Keren (y)

Post a Comment