Thursday, January 13, 2011

Pemujaan Kubur Tokoh-Tokoh Spiritual

Dalam pembahasan fiqh Islam mengenai dilarangnya sholat di Masjid yang ada kuburannya, hadits yang dibawakan adalah:

“Allah melaknat kaum yahudi dan kaum nashrani karena mereka menjadikan kuburan-kuburan para nabi mereka sebagai masjid” [Disepakati keshahihannya. Al-Bukhari, kitab Al-Jana’iz (1330), Muslim kitab Al-Masajid (529)]

Serta sebuah hadits lain dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, bahwa Ummu Salamah dan Ummu Habibah menceritakan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang suatu gereja yang pernah mereka lihat di negeri Habasyah termasuk gambar-gambar yang ada di dalamnya, lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:
“Mereka adalah kaum yang apabila seorang hamba yang sholih di antara mereka meninggal atau seorang laki-laki yang shalih, mereka membangun masjid di atas kuburannya dan membuat gambar-gambar itu di dalamnya. Mereka itu adalah sejahat-jahatnya makhluk di sisi Allah” [Disepakati keshahihannya. Al-Bukhari, kitab Ash-Sholah (434), Muslim, kitab Al-Masajid (528)]

(Maksud masjid dalam hadits-hadits di atas adalah tempat beribadah, berdoa, memanjatkan pujian kepada figur-figur suci mereka)

Dalam tulisan ini saya tidak akan membahas mengenai hukum masjid (dalam arti tempat sholat untuk muslim) yang ada kuburannya. Kalau pembaca ada yang berminat memperdalam hukum fiqh mengenai hal ini silakan merujuk ke situs-situs ilmu syar’i seperti http://www.almanhaj.or.id/ atau http://www.muslim.or.id/ atau situs lain yang terpercaya. Dalam tulisan ini saya hanya akan menampakkan tingkah polah kaum yahudi dan nasrani yang disindir (bahkan dilaknat) oleh Rasulullah itu. Saya akan menampilkan kuburan-kuburan yang dijadikan “tempat suci” oleh kaum yahudi atau nasrani.

Pertama yang saya temukan adalah suatu tempat yang diyakini sebagai kubur Nabi Daud Alaihissalam, yaitu nabinya kaum Bani Israil.

Konon, inilah makam Nabi Daud
Di lantai dasar, tempat keberadaan kubur tersebut, kaum yahudi membuat beberapa sinagog. Selanjutnya lantai di atas kubur dianggap sebagai tempat suci kaum nasrani karena dipercaya sebagai tempat perjamuan terakhir Yesus.

Makam Nabi Daud dilihat dari luar.
Selanjutnya adalah suatu tempat yang diyakini sebagai kubur (sementara) seseorang yang dianggap Yesus oleh kaum nasrani. Di atas kubur itu dan disekitarnya dibangun bangunan, kubah dan gereja-gereja. Bangunan itu secara keseluruhan dikenal sebagai church of holy sepulcher.

Church of Holy Sepulcher.
Kubur Yesus ada di pusat bangunan yaitu di tengah-tengah lingkaran Rotunda
atau di depan Catholicon.
Dari denah di atas terlihat bahwa makam Yesus adalah pusat dari bangunan gereja dan dikelilingi oleh tempat-tempat pemujaan dari masing-masing sekte Nasrani.

Bangunan makam Yesus yang terletak di tengah-tengah Rotunda di bawah kubah Besar

Church of Holy Sepulchre dilihat dari luar.
Selain menjadikan kubur nabi mereka (yang bahkan dianggap tuhan) sebagai masjid atau tempat pemujaan, mereka juga gemar membangun tempat pemujaan di atas kubur tokoh-tokoh spritual mereka. Kata di atas di sini benar-benar secara harfiah berarti di atas karena terkadang tempat pemujaan dibangun tepat di atas kuburan.

Misalnya dalam tanah di sekitar kuburan yang konon merupakan kuburan Maria, dijadikanlah sebuah gereja bawah tanah.

Altar gereja di depan makam Maria

Konon inilah makam Maria
Kemudian Basilica Santo Petrus di Vatikan, dibangun diatas kubur Santo Petrus.

Floor Plan Basilika Santo Petrus.
Dipusat bangunan terlihat Papal Altar yang dibangun di atas kubur Santo Petrus.
Di depannya terlihat Confessio yang merupakan pintu masuk ke kubur Santo Petrus.

Papal Altar yang dibangun di atas kubur santo petrus
Itu baru sedikit contoh gereja-gereja yang berdiri di atas kubur tokoh-tokoh mereka.

Lalu bagaimana dengan kenyataan bahwa orang-orang Islam juga banyak yang ngalap berkah di sekitar kubur orang-orang sholeh, waliullah dan semacamnya. Sebenarnya hal itu tidak dikenal pada generasi terbaik Islam yaitu generasi salafussoleh. Kebiasaan itu baru muncul setelah 3 generasi awal dan muncul kemungkinan besar karena pengaruh-pengaruh negatif kebudayaan di luar Islam.

Kita berlindung dari kebiasaan menjadikan kubur orang-orang sholeh sebagai tempat pemujaan. Kebiasaan buruk yang telah dilaknat oleh Rasulullah.

No comments:

Post a Comment